. Langkah Menuju Hidupku: Juli 2012

About


Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pages

Blogger templates

Selasa, 10 Juli 2012


Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Metode
Kooperatif Learning
Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu
Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu Pengajaran bahasa secara terprogram bagi anak
tunarungu harus dimulai sedini mungkin bila kita mengharapkan tingkat keberhasilan yang optimal. Terdapat dua
pendekatan dalam pengajaran bahasa kepada anak tunarungu secara dini, yaitu pendekatan auditori-verbal dan
auditori-oral. 1. Pendekatan Auditori Verbal Pendekatan auditori-verbal bertujuan agar anak tunarungu
tumbuh dalam lingkungan hidup dan belajar yang memungkinkanya menjadi warga yang mandiri, partisipatif dan
kontributif dalam masyarakat inklusif. Falsafah auditori-verbal mendukung hak azazi manusia yang mendasar
bahwa anak penyandang semua tingkat ketunarunguan berhak atas kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan untuk mendengarkan dan menggunakan komunikasi verbal di dalam lingkungan keluarga dan
masyarakatnya. Pendekatan auditori verbal didasarkan atas prinsip mendasar bahwa penggunaan amplifikasi
memungkinkan anak belajar mendengarkan, memproses bahasa verbal, dan berbicara. Opsi auditori verbal
merupakan strategi intervensi dini, bukan prinsip-prinsip yang harus dijalankan dalam pengajaran di kelas.
Tujuannya adalah untuk mengajarkan prinsip-prinsip auditori verbal kepada orang tua yang mempunyai bayi
tunarungu (Goldberg, 1997). Prinsip-prinsip praktek auditori verbal itu adalah sebagai berikut: Berusaha sedini
mungkin mengidentifikasi ketunarunguan pada anak, idealnya di klinik perawatan bayi. Memberikan perlakuan
medis terbaik dan teknologi amplifikasi bunyi kepada anak tunarungu sedini mungkin. Membantu anak
memahami makna ...
Read More
Sistem Layanan Pendidikan Tunarungu
Sistem Layanan Pendidikan Tunarungu Anak yang mendengar, semasa usia balita, akan secara spontan
menemukan bermacam-macam lambang; baik lambang untuk benda, berbagai kegiatan, maupun segala
perasaan orang, serta menemukan aturan tata bahasa yang dipakai oleh ibunya. Lambang bahasa serta aturan
tata bahasa yang telah ditemukan tersebut kemudian diterapkan secara tepat dalam percakapan sehari-hari
tanpa mengetahui istilah tata bahasa bakunya. A.van Uden; seorang tokoh pendidikan anak tunarungu dari
Belanda; mengatakan bahwa anak tunarungu yang ditangani secara dini, dalam arti sejak bayi diajak dan dilatih
untuk berkomunikasi seperti bayi yang mendengar, akan terhindar dari ketertinggalan perkembangan
bahasa-nya yang amat jauh dari anak dengar seusianya. Maka A. van Uden kemudian mengembangkan suatu
metode atau model pengajaran bahasa untuk anak tunarungu yang menggunakan dasar tahapan
perkembangan bahasa pada anak dengar. Permasalannya adalah bahwa akibat ketunarunguan anak tidak
hanya tidak dapat mendengar/ terganggu pendengarannya, tetapi juga tidak berbahasa, artinya tidak dapat
berkomunikasi secara wajar (secara oral/lisan). Menurut kenyataan, tidak semua anak tunarungu berhasil dididik
untuk menungkapkan bahasanya dengan cara yang lazim dipakai orang dengar, yaitu secara oral. Dari sinilah
muncul pemikiran untuk mencarikan berbagai cara berkomunikasi, di samping mencarikan metode untuk
pengajaran bahasanya. Kebanyakan guru SLB-B tidak menyadari perbedaan antara kedua hal tersebut. Ada
empat Aliran ...
Read More
>>tunarungu>
Telkom Luncurkan I-CHAT Aplikasi dan Portal untukMendukung Pembelajaran Bahasa bagi Tunarungu????
Bandung, 16 April 2010 – PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) meluncurkan sebuahaplikasi dan portal
yang akan membantu masyarakat, khususnya para guru SekolahLuar Biasa (SLB) Tunarungu dan orang tua,
dalam proses pembelajaran bahasa bagianak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran di Indonesia.
Peluncuranaplikasi dan portal yang diberi nama i-CHAT tersebut dilakukan di Menara RDCTELKOM di Bandung
(16/4) oleh Direktur Utama TELKOM Rinaldi Firmansyah dandisaksikan Senior General Manager Research and
1/4
Development Center (RDC) TELKOMMustapa Wangsaatmadja.Aplikasi dan portal i-CHAT (I Can Hear And
Talk) diluncurkan sebagai salah satuwujud komitmen Corporate Social Responsibility TELKOM, dan merupakan
bagiandari program Bagimu Guru Kupersembahkan yang bertujuan membantu meningkatkankapasitas para
guru di Indonesia. Sasaran akhir dari peluncuran aplikasi danportal i-CHAT adalah tersedianya media bagi
komunitas Tunarungu di Indonesiauntuk berinteraksi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan, dan
metodepembelajaran bahasa, sehingga mereka yang berkebutuhan khusus dalam halpendengaran ini mampu
berkomunikasi, bersosialisasi, tumbuh dan berkembangsebagaimana layaknya orang normal.Menurut Senior
General Manager RDC TELKOM, Mustapa Wangsaatmaja, gagasanmenciptakan teknologi yang ditujukan untuk
kalangan berkebutuhan khusustersebut didasarkan pada pemikiran bahwa Teknologi Informasi dan
Komunikasi(TIK) mampu memberikan manfaat besar bagi seluruh umat manusia, baik merekayang normal
maupun berkebutuhan khusus. Manfaat tersebut tentu saja diharapkandapat membuat kualitas hidup dan ...
Read More
i-CHAT Aplikasi Chatting Menggunakan konsep e-Learning untuk Anak Tunarungu
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tuna
Rungu Indonesia (FNKTRI)dan Yayasan Akrab (Aku Bisa Mendengar dan Bicara) meluncurkan sebuah aplikasi
dan portal untuk masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua, dalam proses
pembelajaran bahasa bagi anak tuna rungu. Portal bernama i-CHAT (I Can Hear And Talk) tersebut dapat
diakses secara cuma-cuma.Aplikasi yang resmi tersedia mulai Sabtu (17/4/2010) tersebut dibuat dalam dua
mode yaitu mode offline, di mana user harus melakukan instalasi program pada komputernya dan mode online
di mana user dapat menjalankan aplikasi dengan mengakses situs i-CHAT di http://www.i-chat.web.id. Saat ini
portal tersebut baru memuat aplikasi i-CHAT secara online yang terdiri dari 5 modul, yakni Kamus, Abjad Jari,
Bilangan, Tematik, dan Susun Kalimat. Modul-modul pembelajaran selanjutnya masih dapat terus
dikembangkan baik berupa aplikasi dengan game, animasi, video, maupun jurnal/artikel terkait pendidikan dan
metode pembelajaran bagi anak tunarungu. Keseluruhan materi pembelajaran ini dapat dikemas dalam bentuk
modul-modul dengan konsep e-learning. Pengembangan selanjutnya dari portal i-CHAT adalah membentuk
forum, media social networking, dan konsep user generated content Di Indonesia, saat ini terdapat tidak
kurang dari 419 SLB Tunarungu. Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah SLB terbanyak, yaitu ...
Read More
Terapi Musik Bagi Anak Tuna Rungu
Kerusakan pendengaran ditengarai merupakan salah satu kecacatan syaraf yang paling merusakkan. Dimana
kecacatan penglihatan merupakan handicap kita dengan sekeliling kita, sedangkan kecacatan pendengaran
merupakan handicap komunikasi dengan masarakat (Darrow, 1989). Komunikasi merupakan dasar dari
kehidupan social kita dan aktivitas intelektual, dan tanpa itu kita terputus dari dunia. Untuk alasan inilah, praktek
klinik dalam terapi musik untuk tuna rungu di fokuskan pada area yang berhubungan dengan komunikasi seperti
: pelatihan auditory, produksi suara (berbicara) dan perkembangan bahasa. Melalui penelitian dalam kekurangan
pada komunikasi ini, terapi musik menjadi suatu efek kedua untuk memperbaiki rasa sosial dan kepercayaan
diri. Terapi musik masih dianggap tidak praktis. Dikarenakan sebagian besar orang masih mempunyai konsep
yang salah terhadap ketuna runguan dalam kapasitasnya untuk mendengar dan mengapresiasi stimulus musik.
Seperti yang telah Darrow (1989) katakan, hanya sebagian kecil persentasi dari ketunarunguan yang tidak bisa
mendengar sama sekali. Selanjutnya ia mengatakan bahwa, dikarenakan variasi dari frekuensi dan intensitas
pada musik, persepsi musik malah lebih bisa ter-akses, dibandingkan dengan sinyal percakapan yang lebih
kompleks. Musik juga sangat fleksible dan dapat dimodifikasikan pada level pendengaran pada setiap orang,
level bahasa, kematangan dan preferensi musik. Robbins & Robbins (1980), yang membuat manual resource
yang komprehensif dan kurikulum bagi terapi musik untuk tuna ...
Read More
KLASIFIKASI DAN JENIS KETUNARUNGUAN SERTA METODE PENGAJARAN BAHASA BAGI ANAK
TUNARUNGU
Metode Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu Terdapat tiga metode utama individu tunarungu belajar
2/4
bahasa, yaitu dengan membaca ujaran, melalui pendengaran, dan dengan komunikasi manual, atau dengan
kombinasi ketiga cara tersebut. 1) Belajar Bahasa Melalui Membaca Ujaran (Speechreading) Orang dapat
memahami pembicaraan orang lain dengan “membaca” ujarannya melalui gerakan bibirnya. Akan tetapi, hanya
sekitar 50% bunyi ujaran yang dapat terlihat pada bibir (Berger, 1972). Di antara 50% lainnya, sebagian dibuat di
belakang bibir yang tertutup atau jauh di bagian belakang mulut sehingga tidak kelihatan, atau ada juga bunyi
ujaran yang pada bibir tampak sama sehingga pembaca bibir tidak dapat memastikan bunyi apa yang dilihatnya.
Hal ini sangat menyulitkan bagi mereka yang ketunarunguannya terjadi pada masa prabahasa. Seseorang dapat
menjadi pembaca ujaran yang baik bila ditopang oleh pengetahuan yang baik tentang struktur bahasa sehingga
dapat membuat dugaan yang tepat mengenai bunyi-bunyi yang “tersembunyi” itu. Jadi, orang tunarungu yang
bahasanya normal biasanya merupakan pembaca ujaran yang lebih baik daripada tunarungu prabahasa, dan
bahkan terdapat bukti bahwa orang non-tunarungu tanpa latihan dapat membaca bibir lebih baik daripada orang
tunarungu yang terpaksa harus bergantung pada cara ini (Ashman & Elkins, 1994).Kelemahan sistem baca
ujaran ini dapat diatasi bila digabung dengan sistem cued speech (isyarat ujaran). Cued Speech adalah ...
Read More
Strategi Pembelajaran Bagi ABK
Dalam sebuah pembelajaran dibutuhkan sebuah strategi untuk mengembangkan kemampuan atau kekurangan
yang ada pada anak. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan strategi pembelajaran seperti anak reguler
lainnya maka guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus haruslah mempunyai strategi strategi tersebut dan
disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak
berkebutuhan khusus: 1. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya
adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses
pembelajaran yang meliputi tujuan, materi pelajaran, media, metode, siswa, guru, lingkungan belajar dan
evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. Beberapa hal yang dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran , antara lain: Berdasarkan pengolahan
pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. Berdasarkan pihak pengolah pesan
yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran
dengan seorang guru dan beregu. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal, kelompok kecil dan
individual. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka, dan melalui media. Selain strategi
yang telah disebutkan di atas, ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi, kooperatif
dan modifikasi perilaku. 2. Strategi pembelajaran ...
Read More
MMR (Metode Maternal Reflektif) untuk anak Tunarungu
Metode maternal reflektif adalah metode pengajaran bahasa diangkat dari upaya seorang ibu untuk
mengajarkan bahasa pada anaknya yang belum berbahasa sampai anak dapat menguasai bahasa, yang
dilakukan seorang ibu dengan kemampuannya merefleksikan kemampuan berbahasa. Menurut Sunarto (2005),
MMR adalah suatu pengajaran bahasa yang: 1. Mengikuti cara-cara bagaimana anak dengar sampai pada suatu
penguasan bahasa ibu 2. Bertitik tolak pada minat dan kebutuhan komunikasi anak dan bukan pada program
tentang aturan bahasa yang perlu diajarkan atau di drill (tubian) 3. Menyajikan bahasa yang sewajar mungkin
pada anak, baik secara ekspresif maupun reflektif. 4. Menuntut agar anak secara bertahap dapat menemukan
sendiri aturan atau bentuk bahasa melalui reflektif segala permasalahan bahasanya. Menurut Rahmat Jatun,
(2007: 34) Metode Maternal Reflektif (MMR) adalah model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan
berbahasa yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Lani Bunawan, (1994: 40)
berpendapat bahwa komunikasi total adalah: 1. Pengakuan atas hak kaum tunarungu untuk mendapat
sepenuhnya dengan sesame manusia sehingga memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia. 2.
Penggunaan berbagai cara komunikasi aural, oral dan mahusia yang dapat dipilih sesuai kebutuhan serta
kemampuan perseorangan 3. Suatu falsafah komunikasi dan bukan metode pengajaran Dengan menghimpun
pendapat berbagai ahli, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa MMR adalah : 1. Pengakuan terhadap hak
kaum tunarungu untuk mendapat komtal sepenuhnya dengan sesame manusia sehingga memperoleh
pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia. 2. Pengakuan terhadap hak kaum tunarungu agar dapat ...

Media Pembelajaran berbasis Animasi untuk Anak Tuna Rungu
Sebenarnya ini tugas Media Pembelajaran :)Tapi belum ada giliran buat dipresentasikan tuh :Pdisini media
Pembelajaran yang digunakan ialah Flash Card dan Animasi FLASHSoftware yang saya buat ialah Macromedia
Flash 8 professional Portable *versi lamanya Adobe Macromedia :D FlashCard Pengertian flashcard
Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar berukuran 25x30cm. gambar-gambarnya
dibuat dengan tangan atau hasil fotografi atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang
ditempelkan pada lembaran flashcard. Gambar-gambar pada flashcard merupakan serangkaian pesan yang
disajikan dengan mencantumkan keterangan gambar pada bagian belakang pada setiap gambar. Cara
Penggunaan Flashcard · Pada awalnya guru menempelkan flash card yang berisi gambar dan bilangan
yang akan dijumlah atau dikurangi pada sterofoam · kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menjawab soal dengan cara menempelkan flash card pada stereofoam misalnya pada penjumlahan
1+7=8 dan pengurangan 9-7=2 Flash Animated Pengertian flash animated Flash animated adalah animasi
yang diciptakan melaluli software macromedia flash 8 profesional (sebelum adobe corporation). Gambar yang
dibuat dapat dianimasikan dan pada setiap halaman display (tampilan) serupa web. Software animasi ini dapat
digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak tunarungu. Sifatnya yang visual diperuntukkan
bagi anak tunarungu yang peata atau cenderung menggunakan indera penglihatannya untuk menerima sebuah
informasi dan mempelajari suatu hal baru. Cara Penggunaan Flash Animated Layaknya sebuah ...
Read More
Pengaruh Media Animasi Komputer Terhadap Hasil Belajar Sains Anak Tunagrahita Ringan
Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran anak tunagrahita. Mengingat pada prinsipnya komputer dihadirkan untuk mempermudah
proses belajar siswa. Penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi
pelajaran yang disampaikan guru pada siswanya. Media animasi komputer sangat menonjolkan unsure
visualisasi (gambar) dan unsur imaji suara. Hal ini yang menjadi penguat bagi anak tunagrahita dalam menerima
informasi sains khususnya mengenai energi . Apa yang didengar siswa dikuatkan oleh visual (penglihatan), dan
apa yang dilihat siswa dikuatkan oleh audio (pendengaran). Hal ini akan memberi kesan yang kuat pada anak
tunagrahita, sehingga mereka akan mampu mempertahankan respons tersebut dalam memorynya. Selama ini
istilah animasi erat kaitannya dengan dunia pembuatan film, kartun ataupun komik yang diciptakan dari
efek-efek yang dihasilkan oleh animasi komputer itu sendiri. Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film
animasi, adalah film yang meru pakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang
bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar -lembar kertas gambar yang kemudian
diputar sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer pembuatan
film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Animasi secara harfiah berarti membawa hidup atau bergerak.
Menganimasi memilki makna menggerakkan obyek agar menjadi hidup. Membuat ...
Read More
4/4
»»  READMORE...
 

My profil

Mempelajari Kehidupan

aku memang bukanlah manusia sempurna, namun aku tetaplah aku tak hanya kan berubah untuk pemperbaiki kehidupanku,. baca terus ya posttingan dari Raras

My Blogs

Followers

Best View: Mozilla Firefox. Template is proudly powered by Blogger.com | Template by Amatullah. Syukur |