” Cinta sejati, kau
adalah bagian terindah dalam hidupku yang tak akan pernah hilang oleh waktu
hingga nafasku berakhir di dunia ini” Agnes Davonar, penulis.
DI suatu malam yang tak terlupa, aku masih ingat saat pertama kali
mengenalnya. Memang cinta tak selalu berakhir bahagia, tapi aku percaya, cinta
yang abadi akan selalu satu dalam kenangan. Aku mungkin tak pernah bahagia
disepanjang hidupku karena kehilangan dirinya, tapi aku merasa bahagia karena
kisahnya menjadi inspirasi bagi siapapun yang mencintainya, Angel, kekasihku
yang telah pergi.
Namaku Hendra, suatu malam aku mengendarai vespa tuaku, kalian tau? aku
sangat tergila-gila dengan vespa walaupun saat ini sudah banyak motor baru yang
lebih keren dari vespaku. Aku sadar semua orang akan tertawa melihat vespa
bututku tahun 1970-an tapi ini warisan kakekku, aku bukan tidak ada uang untuk
membeli motor baru tapi sayangnya aku memang mencintai motor vespaku. Bahkan
vespaku ini membawaku dalam sebuah kisah cinta yang tak akan pernah kulupakan,
sebuah kisah cinta yang akan kubawa sampai ke ujung dunia.
Awalnya begini, saat aku pulang ditengah malam bersama vespaku. Tiba-tiba
hujan turun dan aku langsung mencari tempat berteduh untuk mencegah mesin
vespaku rusak karena tetasan air hujan, karena mesinnya sudah tak kuat menahan
air. Saat aku berteduh tiba-tiba seorang gadis muda berlari dan ikut berteduh.
Dia melemparkan senyum padaku,aku pun tersenyum balik. Tiba-tiba ia jatuh
tergeletak begitu saja di depanku, aku panik tapi tidak tau harus berbuat apa.
Aku mendekatinya.
“ Sakit asmaku kambuh..” ujarnya pelan,
“ Obatnya kamu bawa..” tanyaku.
“ habis…” aku menjadi panik sehingga mengatakan padanya untuk bertahan karena
aku bukan dokter, aku akan mencari bantuan tapi bingung kalau hujan seperti ini
tidak akan ada orang yang bisa kumintai tolong.
Karena keadaanya terus memburuk aku pun terpaksa menggendongnya lalu
menyuruhnya untuk bertahan sebentar duduk di vespaku. Akhirnya niatku
menghindari vespaku dari air tertahan, Kami pun menembus badai hujan mencari
rumah sakit terdekat, beberapa saat kemudian kami tiba di rumah sakit, ia
langsung mendapatkan pertolongan pertama.Sayangnya saat aku melihat motor
vespaku, motorku tidak mendapatkan pertolongan apapun dan mati begitu saja
karena mesinnya kemasukkan air. Aku langsung meninggalkan gadis yang bahkan aku
tidak tau namanya itu dan harus mendorong motorku hingga beratus –ratus mil
hingga tiba di rumahku.
Mungkin nasibku baik karena Tuhan membalas perbuatanku pada gadis itu
karena tiba-tiba aku mendapatkan perkerjaan sebagai wartawan seperti pekerjaan
idolaku, Bayu mukti. Perkerjaan pertamaku menjadi reporter jalanan ,semua
berjalan dengan baik, aku menjalankan tugasku dengan sempurna. Kemudian aku
diangkat menjadi presenter acara TV dimana tugasku meliput hobby komunitas
Vespa yang menjadi salah satu kegiatan favoritiku. Suatu ketika saat aku berada
di studio, seorang rekanku berkata ada seseorang yang ingin bertemu denganku.
Aku pun bertemu dengannya di ruang lobby, ia menyapaku dengan tersenyum.
“ Siapa ya?”
“ Hei kamu lupa ya? Aku gadis yang kamu tolong waktu itu. Senang sekali
akhirnya bisa bertemu dengan kamu”
“ Maksudnya..?” tanyaku bingung berusaha mengingat sosok gadis didepanku,
ia cantik dan manis.
Ia pun menjelaskan kalau ia gadis yang aku tolong saat malam itu karena
asma, ia melihatku secara tidak sengaja di TV, namanya Angel. Ia datang untuk
mengucapkan terima kasih padaku dan ingin mengundang aku untuk makan malam
bersamanya. Aku tidak dapat menolak permintaannya dan malam dimana ia
mengundang, aku pun datang, kami makan malam bersama di sebuah tempat yang
menarik, tak jauh dari kantorku di Kedoya. Angel adalah gadis muda yang menjadi
guru, malam saat dulu kami berjumpa dengannya memang sangat kebetulan karena
saat itu ia hendak pulang tapi hujan besar datang padahal rumahnya tidak jauh
darisana, andai saja aku tau rumahnya tak jauh, mungkin aku tidak perlu repot2
membawanya ke rumah sakit hingga vespaku menjadi museum sekarang.
Sejak pertama melihatnya aku telah jatuh cinta, kami pun semakin dekat
hingga akhirnya kami menjadi sepasang kekasih. Angel terlahir yatim piatu dan
besar di panti asuhan sehingga hidupnya adalah inspirasi bagiku, hatinya mulia
karena ia bekerja sebagai guru bagi anak-anak yang tidak mampu di sebuah
pinggiran pasar dimana murid-murid itu adalah anak-anak pekerja serabutan
hingga tukang pikul , sungguh tragis karena anak-anak itu yang untuk makan saja
sulit. Tapi hati Angel tergerak untuk mengubah keadaan mereka bercermin dari
keadaanya sewaktu kecil.
Sebuah yayasan sosial memberikan sumbangan kepada impiannya untuk membuat
sekolah gratis. Aku bahkan terkadang ikut membantunya mengajar murid-muridnya
yang berjumlah puluhan orang.Nah hingga suatu ketika aku mulai berpikir
mengajaknya untuk menikah, kami pun bertunangan. Ia setuju memilihku sebagai
pasangan hidup walaupun pekerjaanku bukanlah pekerjaan yang mampu membuatnya
bahagia tapi baginya materi bukanlah sesuatu yang di dunia yang ia inginkan,
cintaku sudah cukup memberikannya kebahagiaan.
Karena terlalu sibuk bekerja, Aku cemas akan penyakit asmanya yang sudah
bersamanya sejak kecil, terkadang aku ingatkan dia untuk tidak terlalu
memaksakan diri. Ia selalu bilang padaku bahwa penyakitnya bukan sebuah
halangan baginya untuk bekerja, karena Tuhan akan selalu bersamanya. Aku tidak
bisa melawan kehendaknya tapi hanya bisa mengingatkannya untuk selalu membawa
alat bantu pernafasan dan obat-obat sehingga kejadian dimana kami ditakdirkan
tidak terulang lagi. Ia setuju, kalau sudah begitu aku pun dapat bekerja dengan
tenang meliput setiap kegiatanku sebagai wartawan.
Suatu malam kami bersama dan saling berkisah tentang apa yang hendak kami
capai di masa depan.
“ Angel, kalau sudah menikah kamu ingin punya anak berapa?”
“ Berapapun yang diberikan Tuhan aku akan menerimanya..”
“ loh kenapa begitu?”
“ aku sudah memiliki banyak anak-anak di kelas yang kuanggap anak, mereka
adalah cerminan dan harapanku di masa depan. Memang bukan anak kandungku, tapi
aku adalah guru sekaligus ibu kedua mereka, jadi berapapun anak yang hendak
diberikan Tuhan, kita patut bersyukur kan?”
“ Iya sih, kamu begitu mulia mendedikasikan hidupmu bagi mereka, aku iri
dengan kamu ”
“ Kamu pun bisa bila mau, aku ini berpenyakit asma. Kalau aku kenapa-kenapa
kamu harus gantikan aku mendidik mereka supaya menjadi orang berguna ya.?” Kata
Angel.
“ Kok ngomong gitu sih.. Jadi BT- neh,,,”
“ Bercanda kok.. Oh ya , Dra. Besok aku akan melakukan kunjungan antar
sekolah gratis di pulau seribu bersama anak-anak, kamu mau ikut..?”
“ Ya mau sih tapi besok kan aku harus kerja sayang. Ada tugas bawain
acara..”
“ Kalau gitu kamu doakan saja deh semoga acara ini berhasil, soalnya kalau
kunjungan antar sekolah gratis ini berhasil diliput media aku yakin bakal
banyak orang-orang tergerak untuk membuat sekolah gratis..”
“ Hehe. Aku pasti dukung kamu, mediaku juga pasti dukung kamu.”
“ Aku ingin berandai-andai, kalau kamu terlahir kembali, kamu ingin jadi
apa Dra?”
“ Hm. Aku ingin jadi burung saja..”
“ Kalau aku, aku ingin menjadi bunga mawar”
“ Ya, dengan mawar yang indah dan wangi, kamu akan mengenalku bila nanti
kamu jadi burung, dan menghisap maduku untuk kebahagiaan kamu..”
“ Ada ada aja, sekarang pun kamu tetap wangi kok, walau belum mandi kan?”
ledekku.
“ Jahat kamu. “
Malam itu menjadi malam paling indah bagiku untuk mengenal hatinya yang
penuh dengan kemuliaan. Aku tidak sempat mengantarkannya pergi karena sejak
pagi aku harus bekerja. Ia sempat meneleponku dan berkata ia membawa serta 3
murid yang ia pilih sebagai siswa perwakilan, aku hanya berkata padanya untuk
berhati-hati dan jangan lupa membawa obatnya.Karena ia akan melintas lautan,
aku tidak bisa lagi meneleponnya karena sinyal akan hilang.
Beberapa jam kemudian aku memulai tugasku untuk membawakan berita siang,
seorang rekanku mengatakan ada headlines yang harus aku bawakan. Tentang
kecelakaan kapal laut di lautan kalimantan, aku tergeletak dan mulai cemas.
Tapi sebagai professional aku harus membawakan berita itu, aku membacakan
berita dimana kapal laut itu menabrak sebuah kapal barang yang muncul secara
tiba-tiba karena kabut laut yang terlalu membutakan pandangan.
Terdapat sepuluh korban dalam kecelakaan itu hingga aku tak menyangka aku
harus menyebutkan satu nama yang tak bisa kubayangkan. Angel, aku terdiam
sejenak. Semua kru memandangku dengan bingung, air mataku berjatuhan tapi
sekali lagi aku harus membacakan berita itu.
“ Seorang guru meninggal setelah menyelamatkan tiga muridnya yang tenggelam
saat kecelakaan terjadi, nyawa guru itu tidak tertolong saat dibawa ke daratan
karena mengalami asma. Nama guru yang bagaikan pahlawan itu adalah Angel.
Sekian headlines hari ini..”
Aku tak lagi mampu berdiri diruangan itu, aku langsung meminta sahabatku
yang tidak pernah mengerti mengapa aku menangis mengantikan posisiku. Aku
langsung menuju rumah duka dimana kekasihku ada disana, hatiku bersedih dan
sepanjang perjalanan aku hanya bisa menangis, saat aku tiba, tubuh Angel telah
membiru dan dingin. Tiga muridnya memelukku, aku hanya bisa menangis mengenang
apa yang pernah terjadi diantara kami. disaat kematiannya ia masih bisa
tersenyum, bahkan disaat ia menyadari hidupnya tak lama lagi ia masih mampu
menyelamatkan murid-muridnya dari maut tanpa peduli keadaannya.
Dia adalah gadis yang tak akan pernah kulupakan walau cinta kami telah
berakhir, selama aku menjalin kasih dengannya kami tidak pernah mengabadikan
kenangan kami, kami memang bertekad hanya akan membuat album foto yaitu saat
pernikahan kami kelak nanti. Sayangnya impian itu tidak pernah terjadi, tapi
aku tidak ingin pernah melupakan dia sepanjang hidupku walau dengan keadaan
apapun. Dan biarkanlah apapun yang terjadi dengan dirinya walau tanpa cahaya
kehidupanpun, aku ingin abadi dengannya. ia memang saat ini membeku bersama
panggilan Tuhan, tapi aku yakin ia bahagia bersama Tuhan disampingnya.
Kini kenangan kami di dalam foto menjadi wajah terakhir kami yang tersimpan
dengan indah, Angel mungkin telah pergi untuk selamanya, tapi kisah dan
pengbdian dia terhadap dunia akan hidup selamanya , kalau sudah demikian halnya
aku yakin Cinta kami tak akan berakhir walau sampai ke ujung dunia pun hingga
kami bertemu lagi. Dan seperti harapannya, walau kini ia telah pergi dengan
meninggalkan raga, raganya mewangi secara ajaib sewangi bunga mawar seperti
impiannya kelak terlahir menjadi mawar merah yang indah dan wangi.
Selamat jalan Angel.
kisah ini hanya fiksi dan penulis hanya terinspirasi dari foto.
0 komentar:
Posting Komentar